58.3DARA

1467 Kata

Mira mengerjabkan matanya merasakan seluruh badannya sakit. Ia menggerakkan jari jarinya membuat wanita paruh baya yang sedang menunggu Mira mendekati gadis itu. Mira membuka mata sesekali lalu memejamkan kembali. "Ndok, Mira, sudah bangun Ndok?" Mira kembali membuka matanya melihat siapa yang berbicara, suara seseorang yang sedang ia rindukan. Mira menoleh kesamping. Ibu Ratih tersenyum penuh keteduhan. Mira berkaca kaca menatap ibu Ratih, dan berniat bangkit memeluk wanita itu. "I ... Ib bu," lirih Mira dengan suara serak karena lama tidak mengkonsumsi air. Wanita paruh baya itu menahan tubuh Mira agar tidak bangkit. Mira menangis ingin memeluk tubuh tua itu. Ratih mengelus kepala Mira sambil menggenggam erat tangan Mira. Ratih memeluk tubuh Mira yang berbaring di ranjang. "Sudah, jan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN