Suasana hening di kamar inap Mira membuat suasana diantara ketiga wanita itu saling diam. Sinta berpikir keras, mengapa bisa panti asuhan. Ia menatap kearah Mira seolah bertanya dari tatapan itu. Gadis yang masih terlihat banyak memar di wajahnya itu tampak menarik sudut bibirnya. "Panti Asuhan?" tanya Sinta lagi, meyakinkan apa yang ia dengar. "Ya, Panti Asuhan. Saya sendiri yang membesarkan Mira!" Sinta terperangah. Ia menatap Mira mencoba bertanya dari tatapan matanya. "Maksudnya ini, Mira anak Panti?" "I ... ya Mi," Sinta menarik nafasnya lalu menghembuskannya panjang. "Oke, kita bahas itu nanti. Sekarang, bagaimana keadaan kamu, Mira?" Mira menunduk. "Baik Mi, hanya sedikit sakit dibeberapa bagian tubuh saja!" Sinta menghela nafasnya. Lalu mendekati Mira, Sinta duduk di samping

