"Yaudah Australia aja, sekalian kan kamu mau nyari Ibu kamu?" "Bener gak apa? Kamu gak ada negara yang bener-bener dipenginin gitu?" "Di mana aja, asal sama kamu." Kataku, dan Satrio langsung memelukku erat. "Makasi, Dwika." Bisiknya lembut. "Yeah, sama-sama." Kami memutuskan pindah ke luar negeri, Australia adalah tujuan kami karena Satrio ingin sekali mencari Ibunya yang tak pernah ia temui sedari bayi. Banyak rencana yang sudah kami siapkan, dan salah satunya adalah menikah. Aku gak pernah mimpi akan menikah dengan orang seperti Satrio, dalam kondisi hamil lalu tinggal di luar negeri karena ia tidak diizinkan berada di negara ini. Hidupku penuh drama, aku tahu, tapi syukur lah ada orang yang selalu di sampingku: Satrio. "Aku mau ketemu Trinity dulu." Kataku. Satrio mengangguk dan
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


