29. Datang

1917 Kata

"Kamu mau aku temenin gak Mbak?" Tanya Trinity ketika ia mengantarku sampai kostan. "Gak usah deh, nanti aku telefon kamu aja kalo mau ditemenin, aku mau tidur sekarang, capek." "Yaudah Mbak, sehat-sehat kamu! Jagain ponakan aku tuh hehehe. Aku balikin motor Melinda dulu, nanti kalau butuh langsung telefon aku ya? Jam berapa pun!" Aku mengangguk, lalu membiarkan Trinity berlalu dengan motor pinjamannya tersebut. Sebelum masuk kostan, aku melihat mobil hitam di sudut jalan, ada Bran yang sepertinya mengawasiku, ia sedang menelepon seseorang. Ketika mata kami beradu, aku menjulurkan lidah, meledeknya. Sebal!! Di dalam, aku langsung berganti pakaian dengan baju rumah yang nyaman. Huh, enak nih gini, pake celana pendek dan kaus gembrong. Emang di rumah Satrio? Isinya baju-baju manis sok i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN