26. Kram

1924 Kata

Setelah kunci pintu, lalu apa? Sumpah aku beneran gak tau ini mau ngapain. Kalo pas balik badan ada Satrio lagi di belakangku, kita bakal ngapain? Ya ampun Kika, idup kenapa gini-gini amat sih? Menarik napas pelan, aku berbalik... Dan yaak, ada Satrio di belakangku, tersenyum dengan tangan terbuka. "Ngapain?" Tanyaku. "Pak Presiden ngasih aku remisi, kamu gak mau ngasih hadiah juga gitu?" "Kamu mau hadiah apa?" "Peluk." Jawabnya spontan, dan aku yakin ucapannya barusan membuat pipiku merah. "Oke, peluk doang." Aku berjalan mendekat ke arahnya, memeluknya, niat hati hanya sesaat, tapi Satrio membalas pelukanku erat, membuatku susah melepaskan diri. "Gosh! Kamu tahu gak sih segila apa aku sekarang?" Bisiknya lembut di telingaku. "Kenapa?" "Yeah, aku pengin ngabisin waktu sama kamu,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN