27. Berpikir

1372 Kata

Aku merebahkan diri di kasur, menarik selimut sampai menutupi kepalaku. Gak. Gak. Gak. Bingung aku ya Tuhan. Kenapa segala hamil sih?? Ya ampunnn! Aku mengelus perutku. Gosh! Aku bilang apa tadi? Gimana kalau anakku ini merasa tidak diinginkan? Ya ampun, ibu macam apa aku? Ku elus lembut perutku, sambil dalam hati mengucap maaf. Kasur ku terasa bergerak, dan selimut ini terbuka sedikit. Satrio menyelinap masuk, ia tengkurap di sampingku sedangkan kepalanya berada di atas wajahku. Mimik muka Satrio terlihat serius, membuatku bingung perihal apa yang ada di kepalanya. Oh iya. Bagaimana kalau dia berpikir ini bukan anaknya? Yeah, bisa saja itu terjadi. Sebelum ini, kami memang hanya sekali berhubungan. Bisa saja kan Satrio melimpahkan kejadian hamil ini pada Pram? Gosh! Aku gak mau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN