Tinggal seatap?

1066 Kata

Oh ya, walau aku sekarang jarang bales komen. Sebenernya aku baca terus ya komenan kalian, walau dikit aja yang komen haha. Maaf ya, dan terima kasih. Muah. . . Stevan menarik tengkuk Sena, lalu mendekatkan bibirnya ke bibir gadis itu. Tepat ketika bibir mereka hampir bersentuhan, Stevan menghentikan aksinya. Ia menatap wajah gadis di hadapannya itu dengan lekat. Mata Stevan memindai betapa mulusnya kulit wajah Sena. Lalu tatapannya berhenti tepat di bibir gadis itu yang tengah sedikit terbuka. Sena sendiri sedang gugup, detak jantungnya lebih cepat dari biasanya. Ia bingung, kenapa Stevan tak langsung menciumnya seperti yang biasa pria itu lakukan. Dan malah seperti menggodanya dengan jarak yang super dekat itu. Sena semakin gugup, ia merasa hatinya mulai goyah. Setelah pengak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN