Terima kasih ya udah setia menanti cerita aku hahaha. . . Stevan berjalan maju, sementara Sena perlahan mundur. Keduanya terus seperti itu, sampai akhirnya tubuh Sena membentur pintu kamar mandi. Stevan mengukung tubuh Sena, meletakkan kedua tangannya di samping tubuh gadis itu. Aroma wangi tubuh Sena dari shampo dan juga sabun mandi, begitu memanjakan hidung Stevan. Ia tak menyangka, shampo dan sabun yang ia pakai sehari-hari, bisa sewangi dan seistimewa itu jika dipakai orang lain. "Panggil aku 'sayang', kamu nggak mau jawab?" tanya Stevan sambil memajukan kepalanya, kembali mengikis jarak di antara mereka. Sena terdiam, ia masih ketakutan. Stevan terus mendekatkan wajahnya ke wajah Sena. Sampai akhirnya, gadis di hadapannya itu memejamkan matanya karena jarak mereka terlalu

