Bingung?

1158 Kata

Maaf ya hari ini aku nggak bisa double update. . . Stevan mendekatkan wajahnya ke wajah Sena. Ia mulai membuka mulutnya lebar-lebar, hendak melumàt habis bibir gadis itu. Namun, sesaat sebelum keinginannya terwujud, Sena bersin dan menyemburkan sebagian air ludahnya, mengenai wajah Stevan. Sena menutup mulutnya rapat-rapat lalu memundurkan posisi duduknya. Ia takut Stevan marah karena hal yang tak sengaja ia lakukan itu. Sementara Stevan, ia mengusap wajahnya dengan tangan kanannya, secara kasar. Pria itu memejamkan matanya sambil menahan rasa kesalnya. Ia ingin marah, namun tak jadi karena merasa kasihan pada Sena. "Maaf," ucap Sena singkat, suaranya begitu lirih. "Yah, sana keringin rambutmu pakai pengering rambut!" seru Stevan yang langsung beranjak dari ranjang. Sena ik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN