Halo, karena ini udah memasuki bulan Ramadhan, aku himbau bagi kalian agar membaca novelku ini dalam kondisi berbuka ya. Bagi yang muslim tentunya, karena bagaimana pun, novel ini ada adegan yang bisa buat pikiran kalian traveling hahaha. . . "Aku nggak akan nolak permintaan kamu. Bahkan ketika kamu minta yang satu itu, aku hanya bisa menurut kan? Tak ada penolakan bagi Stevan Prayoga," ucap Sena tegas. Stevan menyingkirkan jari telunjuknya dari dad@ Sena segera. "Tapi ...," ucap Sena menggantung. "Bisakah kamu anterin aku pulang ke penginapan? Aku mau melihat ayahku. Aku takut terjadi apa-apa dengan Ayah. Aku minta tolong." Sena memasang wajah memelas. Ia tiba-tiba saja teringat pada ayahnya dan merasa khawatir pada pria tua yang tengah sakit-sakitan itu. Stevan menarik nafas da

