Karin melempar tatapannya pada Nathan yang hanya mengedikkan bahunya dengan kening yang juga berkerut. Keduanya lalu menatap sosok bertubuh mungil yang menggigit pensilnya dengan gemas ekspresinya masih terlihat sama saat gadis itu memasuki ruangan mereka. Terlihat berpikir keras entah sedang memikirkan apa. "Azela?" Panggil Karin dengan pelan membuat gadis yang entah mengapa selalu peka saat namanya disebut itu menoleh dengan kening berkerut penuh tanda tanya. "Kau baik baik saja?" "Aku baik." "Aku tahu, kau mengerjakan proyek besar tapi tidak biasanya kau menggigit pensilmu, itu tidak sehat kau tahu." Gadis itu terlihat tersentak menatap pensil ditangannya, iberdecak sebelum melempar pensilnya ketempat sampah. "Tuan Leo tidak melakukan sesuatu, bukan?" "Hah?" "W-w

