"Kemana kau akan memabawaku?" Tanya Azela kesekian kalinya namun sosok angkuh nan menyebalkan disampingnya sama sekali belum membuka suara. "Kalvian!" Kesal Azela, pria itu hanya menoleh menatap Azela sama kesalnya. "Bisakah kau diam? Kau benar benar cerewet. Jika bukan Leo yang memintaku aku sudah menendangmu dari sini. " "Coba saja." Kalvian mendengus kesal sedangkan Azela bersidekap memalingkan wajahnya. "Sebaiknya kau diam dan dengarkan aku." "Kalau aku tidak mau, kau ingin apa? Huh?" Tantang Azela melotot kesal membuat Kalvian ikut melotot hingga deheman keras dari Harry menghentikan perdebatan mereka. "Kalvian, kau tidak ingin Tuan Leo mengamuk bukan?" "Kau diam saja, Harry!" "Oh, Dude! aku hanya menolongmu." Kalvian hanya mendengus seraya memalingkan wajahnya

