"Mas," panggil Naya lembut. "Kenapa?" "Mau nanya boleh?" jemari Naya berputar di atas d**a telanjang Dean. "Boleh." "Tadi kenapa... Emm... Dikeluarin di luar?" Dean melirik ke Naya yang wajahnya telah menempel di dadanya. Ia lalu menggerakkan tangan untuk menekan pipi Naya. "Biar kamu nggak hamil, dong." "Emang kalau hamil kenapa?" Mata Naya yang mengerjap ditambah bibirnya yang mengerucut karena pipinya ditekan membuat perempuan itu terlihat sangat menggemaskan. Dean tersenyum sebentar sebelum menjawab. "Emangnya kamu mau kalau pas hamil aku nggak ada? Akunya udah di luar negeri terus kamu ngurusin anaknya sendirian. Kamu mau?" "Nggak." "Ya udah." "Ya Mas Dean nggak usah pergi." "Nggak bisa, Nay. Semua udah diurus dan aku tinggal berangkat." "Kalau aku beneran hamil gimana?"

