"Cie udah nggak galau." Bagus tersenyum jahil pada Naya yang sedang menyalin catatan. Akibat kegalauannya kemarin, dia harus belajar ekstra keras untuk ujian mendatang. "Makasih lho udah bantuin galaunya ilang," jawab Naya dengan nada sok serius. "Awas ya galau-galau kayak kemarin lagi," omel Sania yang ikut bergabung dengan mereka berdua. "Semoga sih nggak, Mbak. Makasih banget ya, Mbak. Kalau bukan karena Mbak Sania pasti aku masih ngurung diri di kamar." "Kok makasihnya sama aku?" "Ya kan Mbak Sania yang ngajakin karaoke. Terus yang bayarin juga Mbak Sania, kan?" Sania tertawa, kepalanya menggeleng kecil. "Duh, kamu kayaknya salah paham. Yang ngajak kamu emang aku, tapi yang ngerencanain bukan aku, tapi Dean. Kemarin juga aku cuma bayar aja, kartunya sih tetep pakai punya D

