Bab 165 - Pertanyaan Kakek

1340 Kata

Helaan napas kembali terdengar dari mulut Aruna. Itu terjadi sudah ke sekian kalinya. Bukan karena takut, tapi Aruna merasa malas sekali mendatangi mansion utama. Jika di pikir-pikir, waktunya hanya sekitar satu bulan lagi untuk menyandang status sebagai Nyonya Jayden Edzard. Ia ingin selama itu hidup tenang, tanpa ada yang mengganggu dirinya. Namun, mau bagaimana lagi, sepertinya ia harus sedikit bersabar untuk menikmati hidupnya dengan bebas. Jayden yang ada di sebelahnya menatapnya dengan memicingkan matanya. “Seberapa berat kamu bernapas hah? Sampai-sampai helaan napasmu terdengar begitu berat?” tanyanya. Bukannya langsung menjawab, Aruna justru kembali menghela napasnya. “Kamu tidak akan tahu bagaimana rasanya menjadi diriku,” sungutnya kesal. “Lagi pula, siapa juga yang mau menjad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN