Waktu sudah menunjukkan, pukul dua siang, saat itu juga Aruna dan Jayden baru mengulang kembali kegiatan ranjang mereka, terdengar menggelikan, tapi itulah yang terjadi. Keduanya kembali menaiki puncak kenikmatan bersama. Napas mereka tersengal, saat mendapati kenikmatan yang luar biasa. Melupakan, hal yang akan mengubah segalanya, tapi hingga kini mereka belum menyadari hal itu. “Mau mandi?” tanya Jayden. “Biar aku bantu,” Jayden menawarkan diri. Aruna mencoba memikirkan tawaran Jayden. “Benar mau memandikanku? Hanya mandi kan?” tanya Aruna. Ia bertanya karena takut jika akan ada adegan keringat lagi di dalam kamar mandi nanti. Jayden terkekeh, mendengar pertanyaan Aruna. “Aku akan membantumu mandi, aku tidak akan meminta itu lagi, itu sudah cukup mengobati rinduku padamu.” Aruna ter

