Udara terasa jauh lebih dingin begitu mobil yang Jasmine tumpangi masuk ke dalam pagar besar menuju Mansion utama keluarga Edzard. “Kau yakin bisa mengontrol emosimu?” tanya Bima menengok ke arah Jasmine yang hanya menghela napas dalam. “Aku tak tahu. Semua yang terjadi terlalu cepat hari ini sehingga membuat pikiranku tak dapat berpikir dengan jernih.” Sorot matanya sendu, mengingat pertengkaran demi pertengkaran yang terjadi di antara dirinya dan kakek selama beberapa tahun terakhir, Ada rasa penyesalan terdalam yang dia rasakan begitu mendengar kondisi kakeknya yang sedikit kurang baik. Begitu mobil berhenti di depan pintu utama, Bima mengulurkan tangannya yang sontak disambut oleh Jasmine. Genggaman tangan Bima memberi kehangatan yang dia perlukan sekarang. Perlahan, mereka berdua

