Takut? Resah? Gelisah? Ketiga hal itu yang dia rasakan sekarang. Matanya membelalak, terbuka dengan sangat lebar dengan air mata yang tak kunjung berhenti mengalir saat melihat apa yang ada di depannya sekarang. Pistol dan juga sebuah pisau. Kedua benda itu kini ada di depan matanya, bukan tergeletak atau hanya sekadar terlihat, tapi kedua benda itu berada tepat di depan matanya sendiri. Kakek berdiri membeku dengan pistol yang ditempelkan persis di kepalanya dan juga pisau yang kini berada di lehernya. Dingin. Itu yang dia rasakan saat benda itu sedikit mengenai kulit lehernya. Satu gerakan kecil saja bisa membuat benda itu menyayat kulitnya dan memberikan kucuran darah segar yang mungkin akan memenuhi lantai ruangan ini. Aruna ketakutan, tubuhnya membeku berharap semua orang men

