Seorang gadis terdiam, ia sejak tadi hanya mengikuti alur cerita yang dibuat oleh gadis yang sepertinya usianya terpaut lebih tua darinya. Gadis itu sejak tadi hanya menatapnya dengan tajam, seolah ia memiliki dendam tertentu dengan Kinan. Kinan pun hanya diam tidak ada yang perlu ia bicarakan sekalipun gadis itu ingin bertanya lebih lanjut. Kinan bersikap masa bodoh, yang ia fikirkan sekarang adalah bagaimana ia melarikan diri sekarang. Akhirnya, memilih untuk diam merenung dan tidak terlalu menghabiskan tenaga. Kinan Kembali kesadarannya begitu sepasang sepatu tengah berdiri di hadapannya. “Siapa ini yang datang!” Sapa gadis yang tadinya ia menatap Kinan dengan tatapan tajamnya. “Tolong lepaskanku! Kamu siapa? Aku tidak mengenalmu!” Ucap Kinan dengan suara lembut namun nampaknya ka

