KEDATANGAN YANG (TIDAK)DINANTI

1284 Kata

Kinan begitu menikmati pekerjaannya yang baru, ia melakukan semua pekerjaan dengan kesenangan yang membuatnya terhibur, melupakan rasa bersalahnya kepada Rega meski hanya sejenak. Ia tidak memungkiri bahwa dirinya masih dihantui bayang-bayang Rega. Terlebih disaat ingatannya pada raut wajah yang ditampilkan Nenek Cahyaning begitu sama persis seperti Rega. Seperti biasa, Kinan hanya bisa menebak-nebak saja tanpa ingin menanyakan kebenarannya secara langsung kepada yang bersangkutan. Ia semakin yakin bahwa cucu Nenek Cahyaning adalah Rega, Kinan tersenyum sendiri menertawakan hidupnya yang rupanya tidak bisa jauh-jauh dari Rega, dulu dia disandera Rega kini bekerja dengan Nenek Cahyaning yang tak lain masih berhubungan dengan Rega. “Mbak Siti! Cucu Nenek Cahyaning itu sudah lama tidak pu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN