"Ingin mengatakan sesuatu?" Malvin menatap David dan Rubby secara bergantian. Namun, keduanya memilih bungkam dan hanya membalas Malvin dengan tatapan. "Hey, jangan menatapku sinis seperti itu. Tenang saja, kalian tidak akan berpisah." David mengepalkan lengannya. Menandakan kalau emosinya kali ini benar-benar tidak bisa ditahan. Malvin bukanlah sahabatnya. Ia tidak mengenal orang yang kini berada di hadapannya. "Kupikir kau sepintar itu, Dave. Ternyata, tidak semudah itu melumpuhkanmu." Malvin terus menekan David sedikit demi sedikit. Sama seperti yang dilakukan David kepadanya sebelumnya. "Rubby, kenapa kau diam saja? Kau harusnya ikut mengobrol santai. Oh, atau duduk kalian yang tidak berdekatan? Malvin menggeser kursi Rubby agar lebih dekat dengan David. Lalu, kembali menatap k

