"Kenapa tidak menjawab? Bukankah ini benar-benar menyenangkan, Dave?" David tetap bungkam. Ia masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Apa mungkin ini karena kepalanya terkena benturan tadi? Rasa nyeri itu menjalar dari tengkuk hingga kepalanya. Ia ingin mengusapnya tapi dibuat tersadar oleh tangan yang terikat ke belakang. "Kenapa diam saja? Kutanya apa permainan ini menyenangkan?!" tanya lelaki itu kembali dengan nada bicara yang meninggi. Atau lebih tepatnya terdengar seperti sebuah bentakan. "M..." Suara David tercekat di kerongkongan. Ia tidak mampu mengatakan apapun. Rasa terkejut yang teramat membuatnya kesulitan bicara. "Kalau ditanya, jawab! Kau punya mulut bukan? Di mana seorang Axel David yang amat vokal itu?" David hanya menggeleng cepat. Ia memastikan kala

