Memories.

1514 Kata

Rubby menatap jendela yang buram karena cipratan air hujan. Bayangan masa lalu itu kembali dengan gamblang di ingatannya. Padahal, saat itu dirinya masih begitu kecil. Tetapi, trauma yang dialaminya pasti tidak akan mudah hilang. Terkadang, ia lelah menjalani hidupnya. "Rubby." "Kakak?" Gadis itu cukup terkejut dengan kedatangan sang kakak yang tiba-tiba. "Kenapa? Kau memikirkan itu lagi?" "Sudah lama ya, Kak." Ellena tersenyum kecut dan membawa sang adik ke pelukannya. Air matanya menetes begitu saja. Segala keras kepalanya luntur kalau sudah melihat sang adik seperti ini. Ia hanya ingin Rubby bertahan sedikit lagi. Lalu, mereka akan terbebas dari semua ini. "Bertahan, ya. Maaf karena Kakak tidak bisa membuat kita bebas dari sini." "Bukan salah Kakak. Rubby janji tidak akan membero

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN