"Kenapa harus anak bungsu William? Kenapa tidak anak pertamanya?" tanya Wilson setahun mendengar syarat yang diberikan. "Oho! Kau sepertinya tidak suka dengan anak pertama William." "Tentu! Dia selalu menatapku sinis. Aku berharap dia yang menjadi korbannya." "Hey! Tenang, Wilson! Kau ingat perjanjian tempo hari? Kalau kau lupa, yang kuminta adalah anak paling terakhirmu, bukan? Tapi karena semua sudah terjadi, anak itulah sebagai gantinya." Wilson terdiam sesaat. Bayangan bagaimana Rubby selalu menjadi anak yang baik dan penurut terus bergulir di benaknya. Rasanya akan cukup sulit. "Kenapa? Kau ragu? Kau sudah sejauh ini, Wilson. Kau bahkan bisa menyingkirkan William. Kenapa kau malah tampak lemah karena anak sekecil itu?" Merasa dianggap remeh, Wilson akhirnya mengiyakan. "Baiklah!

