Jovan mengerutkan kening saat terdengar pintu kamarnya diketuk seseorang. Tak seorang pun tahu tempat ini, lebih tepatnya nomor kamar yang dia huni. Dia memberitahu Mario sudah pindah, itu saja. Mario bahkan belum bertanya lebih lanjut tentang kondisi kamar yang sempat dikhawatirkan. Mario khawatir, Jovan takkan bisa tinggal di tempat yang tidak layak. Kamar indekos ini memang tidak mewah, namun memiliki fasilitas lumayan lengkap. Ada sebuah dipan single, almari, meja dan kursi, kamar mandi, balkon, serta mini pantry yang terdapat wastafel dan sedikit ruang yang bisa digunakan untuk meletakkan kompor. Selain itu terdapat kulkas ukuran bar di bawah meja. Cukup untuk meletakkan miniman dingin. Bukan hanya itu, kamar tersebut juga dilengkapi AC. Menurut Jovan, hal seperti itu sudah cukup lay

