Michelle menjerit lagi begitu bogem kedua Jovan terima. Kali ini menyasar pada pipi kirinya. Jovan tidak memiliki tenaga untuk melawan. Seseorang yang mengunci kedua tangannya dari belakang itu terlalu kuat. Jovan bahkan yakin, hidupnya akan berakhir malam ini jika melakukan pemberontakkan. Dia berharap pada Mario. Semoga sahabatnya tersebut cepat tanggap dengan pesan yang dia kirimkan. "Lepaskan dia. Lepaskan dia. Lo bisa pakai rumah ini. Tapi, lepaskan dia." Mich berteriak lagi. Jov bisa melihat, hal itu cukup berhasil untuk menarik perhatian teman-teman Mich yang lain. Tentu saja yang masih sadar. Mereka naik ke atap dan langsung mengumpat, tapi tak satu pun berniat untuk menolong. Dari ekor mata, Jov bisa melihat ketakutan di mata mereka. "Tolong lepaskan dia." Mich menjerit lagi.

