Jovan tidak berhenti tersenyum. Dia tidak tahu, berhasil memacari seorang gadis bisa sesenang ini. Terutama setelah berhasil mendapatkan tambahan saldo dalam rekeningnya. Dia hanya merasa senang. Dia tidak begitu memikirkan, apa yang benar-benar membuatnya senang. Apakah uang tersebut atau Flora yang bersedia menjadi pacarnya? Itu semua tidak penting. Yang jelas mereka sudah resmi berpacaran sekarang. “Lo serius?” Mario sekali lagi bertanya. Padahal dia baru saja memindahkan uang dari rekeningnya ke milik Jovan. Seharusnya dia sudah percaya akan hal itu. Dia hanya memastikan, mengingat Jovan pernah berkata akan membantu Galang. “Serius. Mau bukti?” Mario mengibaskan tangannya. Dia tidak mungkin membahas soal Galang sekarang jika melihat Jovan begitu senang. Dia juga tidak tahu, apa yan

