31. Psikopat

1534 Kata

"Hai, gadis pembunuh. Aku tidak menyangka sama sekali. Dari status pembunuh, kini akan segera menjadi menantu keluarga Candramawa," sapa Asmiraloka mengejek. "Kau siapa?" alih-alih membalas sapaan gadis itu. Shalom justru bertanya siapa gadis itu. Kenapa datang-datang sudah langsung menguji kesabarannya. "Kau tanya siapa aku? Perkenalkan, aku Asmiraloka, adik dari wanita yang kau tabrak hingga tewas," jawab Asmiraloka menatap sinis ke arah Shalom. Gadis itu bersikap seperti tuan rumah yang sombong. Duduk di sofa sambil mengangkat kakinya ke meja. Beruntung Kakek Candramawa dan Rinda, ibunya sedang pergi ke rumah sakit untuk terapi. Kalau tidak, mungkin Kakek Candramawa bisa murka melihat kelakuan Asmiraloka yang tidak memiliki sopan santun. "Oh, jadi kau adik dari mendiang Asmaraloka.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN