45. Robek Saja Mulut Lancangnya

1725 Kata

"Kanagara? Aku pikir, Papa akan bertanya tentang pekerjaan apa saja yang telah aku lakukan?" tanya Cesya dalam hati. Ia benar-benar merasa heran dengan sang ayah. Alih-alih bertanya perihal pekerjaan apa yang telah putrinya kerjakan. Pria paruh baya itu justru bertanya tentang Kanagara yang tidak ada sangkut pautnya. "Sayang? Kenapa kau diam saja? Papa tanya loh. Kok malah melamun, sih," panggil Adhiyaksa sambil mengguncang bahu putrinya. "Ah, iya. Papa ingin menanyakan tentang Kanagara perihal apa?" tanya Cesya terkejut dari lamunannya. "Di perusahaan, apa ada klien penting yang sangat dekat atau mungkin sahabat yang sangat dekat dengan Kanagara?" Adhiyaksa bertanya seperti itu karena ingin mencari tahu alasan Kanagara mencari informasi mengenai masalah mendiang keluarga Decagon. "C

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN