"Bagaimana bisa kau baik-baik saja, sementara kemejamu berluruman darah, Penta? Sebenarnya apa yang membuatmu terluka seperti ini?" lirih Cesya meminta jawaban atas apa yang telah ia lihat. Namun sepertinya, Pentagon tidak berencana untuk mengatakannya. Hal itu yang membuat Cesya semakin terluka. Padahal, melihat pria itu terluka pun sudah sangat menyakiti hatinya. "Kau masuk saja dulu ke ruangan Tuan Kana. Nanti aku akan menyusul setelah dari toilet," ujar Pentagon lekas berbalik dan berjalan menuju lift. "Berhenti di situ, Penta!" cegah Cesya. "Masuklah! Aku hanya akan pergi ke toilet sebentar," ujar Pentagon datar. "Aku bilang berhenti di situ!" teriak Cesya lagi. Pentagon pun menghentikan langkahnya sesuai instruksi yang Cesya berikan. Pria itu terlihat gamang. Entah apa yang haru

