"Aku merasa, aku harus pergi ke toilet sebentar," jawab Pentagon sambil menyentuh perutnya. Ia tidak bisa memberi alasan apa pun selain itu. Asalkan ia bisa menghindar, alasan apa pun akan ia buat. "Apa perutmu sakit?" tanya Cesya. "Iya. Sepertinya aku sudah tidak bisa menahannya lagi," balas Pentagon berpura-pura. "Baiklah. Kau cepat ke toilet sana dan hati-hati," ujar Cesya. "Iya. Kau tunggu dulu di sini sebentar, aku tidak akan lama." Pentagon berjalan menuruni tangga sambil menyentuh perutnya. Ia bersikap seolah benar-benar sudah tidak tahan lagi. Sesekali, ia menoleh ke belakang karena tidak enak hati harus membohongi Cesya. Namun, apa mau dikata. Lukanya belum benar-benar sembuh dan ia tidak ingin membuat gadis itu khawatir. Mungkin nanti setelah benar-benar sembuh. Ia tidak aka

