"Hentikan, Cesya! Aku tidak suka kau berinteraksi dengan pria lain. Lebih baik kita pergi dari sini sekarang juga," desis Pentagon di telinga Cesya. "Ada apa denganmu, Penta? Dia hanya menyapaku dan kau sudah kepanasan seperti ini," tanya Cesya sambil tersenyum canggung ke arah pria itu. "Sepertinya kekasihmu ini sangat mencintaimu, Sya," cetus pria itu menilai. "Benarkah? Apa begitu terlihat?" tanya Cesya. "Sangat-sangat terlihat. Kekasihmu ini mirip sekali dengan ayahku yang terlalu posesif terhadap ibuku." Pria itu mengulurkan tangannya, "Perkenalkan, aku Jonathan, adik kelas Cesya," tambah Jonathan memperkenalkan diri. Pentagon tidak menghiraukan Jonathan dan hanya menatapnya sinis. Ia merasa posisinya akan terancam melihat ketampanan pemuda yang ada di hadapannya itu. "Nama keka

