BAB 78. DECISION WITHOUT REGRET

1211 Kata

Darah di telapak tangan Daegal sudah mengering saat dia tiba di lokasi rumah yang dikirimkan Raven. Rumah itu terletak jauh dari pemukiman penduduk, berbentuk minimalis dengan dua lantai. Bangunannya sudah tampak tua, namun kokoh. Ada sebuah jalan menurun yang langsung mengarah pada basement. Rumah itu masih kotor karena sudah lama tidak ditinggali. Raven bilang, dulunya penghuni rumah sebelumnya ditikam oleh istrinya sendiri dan mayatnya dikubur di dalam basement, kemudian diplester dengan lapisan semen. Karenanya, rumah ini terjual cukup lama dengan harga yang murah. Daegal membuka pintu rumah itu dan menemukan Raven yang sedang membersihkan lantai dengan alat penyedot debu. Mulut dan hidung pria itu tertutup masker. Perabotan milik penghuni rumah sebelumnya ditinggal dan hanya ditutup

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN