Adrian baru saja masuk ke dalam kamar Stella. Pemakaman Naani Stella sudah di lakukan tadi siang. Tatapan Adrian tertuju pada gadis yang meringkuk di atas ranjang. Ia berjalan mendekati ranjang dan duduk di sisi Stella. Ia menatap Stella yang terlelap nyenyak, wajahnya sembab dan merah. Bahkan masih ada sisa air mata di sela-sela matanya juga pipinya. Adrian ikut merebahkan tubuhnya dengan posisi menyamping menghadap ke arah Stella. Tangannya terulur merapihkan helaian rambut Stella yang jatuh ke wajahnya. Gadis ini begitu cantik, gadis petakilan, ceria, cerewet dan satu-satunya wanita yang selalu melawan Adrian. Tetapi entah kenapa saat ini Adrian merasa sedih dan merasa kehilangan sosok Stella yang seperti biasanya. Sejak kemarin mereka kembali dari rumah sakit, Stella menjadi sosok ya

