Stella mengerjapkan matanya yang terasa sangat berat dan kepalanya terasa sakit. "Eugh! Kepalaku," gumamnya mencoba membuka matanya diiringi kernyitan di dahi karena rasa sakit. Stella membuka matanya dan tatapannya langsung tertuju pada seseorang yang berdiri di depannya. "Dosen TMII?" Gumamnya menatap Adrian masih dengan kernyitannya. "Jangan terus melipat dahimu, nanti muncul keriput," gurau Adrian seraya mengusap pelan dahi Stella. "Kenapa kamu di kamarku?"tanya Stella saat tangan Adrian telah terlepas dari dahinya. "Melihat keadaanmu," jawab Adrian yang kembali berdiri tegak di depannya. "Keadaanku? Memangnya aku kenapa?" tanya Stella dengan sangat polos. "Tak apa-apa, baiklah kau terlihat baik-baik saja sekarang. Aku harus ke rumah sakit." Adrian mengusap kepala Stella dan ber

