“Ya Tuhan Nak!” teriak Mama dan Mamak serentak sedangkan Abak Manahan tangis yang bercampur malu ketika mendengar penjelasanku. Plak! Sebuah tamparan keras dari Mamak mendarat di pipi Kak Sari. “Kau benar-benar membuat Mamak dan Abak malu. Kenapa kau hancurkan rumah tangga adikmu sendiri. Mamak dan Abak tak pernah mengajarkanmu hal yang memalukan seperti ini. Apa yang kau inginkan Sari? Jawab Mamak ha!” hardik Mamak pada Kak Sari yang sedang meringis menahan sakit bekas tamparan Mamak. Kak Sari hanya menangis dan menggelengkan kepalanya. “Apa tiba-tiba kau menjadi bisu ha!” bentak Mamak Sekali lagi dan sudah mengambil ancang-ancang untuk menampar Kak Sari tapi ku lerai. Aku tak ingin Mamak menyakiti dirinya sendiri. Karena aku tau ketika Mamak memukul Kak Sari, sebenarnya ia lah yang

