“Ya, Mas tenang aja. Hampir berhasil kok. Mas kapan kesini? Aku kangen,” ucap suara bisik-bisik di taman belakang. Eghem!!! Dehemanku membuat Kak Sari mematikan gawainya cepat. “Kenapa Kak? Kok gelagapan?” tanyaku tiba-tiba dengan mata mendelik. “Gak da kok, mau tau aja. Lain kali jangan suka nguping, mentang-mentang ini rumah kamu. Sombong!” cecarnya. “What??” tanyaku. “Ia kamu, sombong!” ucapnya sekali lagi. “Huft, ya udah deh serah Kakak!” aku menghela nafas panjang. “Alya gak nguping kok Kak, tapi tadi Mamak nelfon nanyain Kakak. Telfonlah Mamak sama Abak, kak! Mereka tu kangen sama Kakak. Kenapa Kakak seperti ini. Apa Kakak gak kangen sama Mamak dan Abak? Dan tadi itu siapa? Pacar Kakak?” kali ini aku yang mencecarnya. Dia terdiam dan hanya melihat ke arah gawainya. Kemudia

