Aku menatap wajah suamiku yang tertidur pulas, garis-garis wajah lelahnya, bibirnya yang sedikit agak tebal. Kubelai lembut rambutnya yang hitam legam, lalu tanganku mulai menjelajah pelan di setiap inci wajahnya, berharap ia tak terbangun karena sentuhanku. “Ada rahasia apa diantara kita Om?” ucapku pelan penuh harap. sampai sekarang aku masih bingung dengan tingkahnya, terkadang baik akan tetapi masih menjaga jarak padaku. Di setiap malam aku selalu ditinggalkan, baik itu dinas malam atau Om Arfan yang tertidur pulas duluan. Aku jengah karena hal itu. “Gak da apa-apa kok, dan sudah puas ngelihatinnya? aku capek pura-pura tidur dari tadi. Sekarang aku mau mandi,” ucapnya dengan tiba-tiba membuka matanya. Aku yang terkejut dibuatnya tak bisa berkata-kata dan hanya bisa mengagumi wajah g

