Selama empat hari Ray dan Keyla menginap di rumahku. Aku menyiapkan kamar tamu untuk mereka berdua. Selama empat hari itu pula lah Ray selalu menjalankan misinya untuk menggoda Oppa Hyunus, plesetan dari Kim Soo Hyun, dasar Ray. Selagi ada kesempatan selalu ia menggaduh Bang Yunus, sekalipun Bang Yunus sudah merasa jengah, tapi si muka badak Ray, tak pernah berhenti. “Marawa se alun tagak lai, manga lo gua haruih manyarah? [Marawa aja belum berdiri, kenapa gue harus menyerah? Marawa :artian bendera yang dipakai jika ada acara pesta atau acara adat],” ucapnya. “Cinta ditolak, perilaku gilaku bertindak,” ucapan nyelenehnya. Bang Yunus yang sudah mulai merasa kesal acap kali menyuruhku untuk menasehati Ray, agar tak terlalu agresif padanya. Bukan Ray namanya jika menyerah segampang itu, ia

