[Kita harus kembali bertemu!] isi pesan dari Kak Bram. Tak kubalas pesannya, karena kurasa aku tak punya urusan lagi dengannya. Walaupun sebenarnya aku masih ingin mendengar penjelasannya. [Ku mohon jangan mengabaikanku Dek, jika kau melakukan ini maka sama saja kau membunuhku secara perlahan], kembali ia mengirimi pesan dari aplikasi berwarna hijau tersebut. Aku terkejut melihat isi pesan terakhir darinya, [ baiklah, jika itu yang Adek inginkan. Maka Kakak akan menghilang selamanya]. Bergegas kubalas isi pesan terakhirnya, [ dimana Kakak sekarang?]. Segera aku menuju lokasi yang ia berikan kepadaku. Sebelumnya aku ingin bermaksud untuk meminta izin pada Om Arfan, tapi nomornya tak aktiv. Aku takut Om Arfan berfikir yang tidak-tidak makanya aku pun meminta Pak Burhan untuk mengantarku

