Pov Arfan Ku kemudikan mobilku dengan kecepatan kencang. Entah berapa kali aku mendengar carut marut dari pengguna jalan yang lain, dan hal itu tak ku perdulikan. Yang penting sekarang adalah menemukan Alya. Walau Kota Padang bukan kota yang luas seperti Kota Jakarta dan Kota besar lainnya, akan bahaya juga baginya. Apalagi Alya belum pernah kemana-mana. Ah ... sial kemana bocah itu? Satu jam ku kendarai mobilku, akhirnya aku sampai di kampus UN*ND. Pelan-pelan ku masuki gerbang UN*ND, sambil melihat kekiri dan kanan. Di mana bocah itu? Jika dia hilang apa yang harus ku ucapkan kepada keluargaku? Pada orang tuanya? Apalagi dia sekarang adalah tanggung jawabku. Aargh ... semoga saja dia cerdas, ucap batinku sambil ku acak rambutku. Ku kelilingi Kampus, sambil mataku selalu awas mencari k

