"Jerawatku sakit sekali," keluh Yoon sambil memandang ke dalam cermin pada bayangan benjolan kecil mungil di bawah hidungnya. Ia mengernyit dan mengusap bagian itu, lalu meringis kesakitan dan menggerutu lebih banyak dari yang dibutuhkan. Ben yang duduk di sebelahnya, tidak mengacuhkan Yoon, terlalu sibuk pada laptop dan beberapa berkas yang berserekan di meja. Mendadak pintu menjeblak terbuka, baik Yoon dan Ben melonjak terkejut dari tempat duduknya. Astaga, Yuta! Yoon mengangkat sebelah tangan menekan d**a di mana jantungnya berdegup gila-gilaan. Situasi ini mengingatkannya pada saat yang sama Yuta tiba-tiba masuk tanpa permisi. Tidak bisakah Yuta mengetuk pintu terlebih dahulu? Yoon melotot menatapnya. Yuta terengah, ia menarik napas, mengembuskannya susah payah dan bertopang pada sa

