Sua terbangun pagi itu dengan menunjukkan kemajuan yang cukup baik. Dad sudah tidak terlalu memaksa membawanya ke rumah sakit. Mom masih melarang Sua ke kampus. Sua berpura-pura mengeluh tapi ia menurut. Satu hari lagi di mana ia bisa menghindar dari orang-orang. Sua tidur seharian lagi, meminum obat dengan patuh karena Mom sering memeriksanya sambil meyipitkan mata curiga. Jika Sua tidak tidur Mom pasti menduga ia tidak meminum obatnya. Pukul empat sore Sua bangun dan bersiap-siap. Ia mandi dan meraih pakaian terdekat yang dapat ia raih dalam lemari. Sua memeriksa wajahnya di cermin. Sudah jauh lebih baik sekarang. Sua merasa mendengar sesuatu dari bawah. Ia meraih tas tangannya dan berjalan ke sisi jendela. Napasnya tertahan. Ada Ben, Han dan Yuta di bawah sana. Yuta dan Ben berenang d

