Fatiah kembali menatap gerbang rumah Haikal. Gadis itu sekali lagi merogoh ponselnya memastikan kalo pesannya sudah di baca dan di balas Haikal. Fatiah datang ke rumah Haikal bersama beberapa anak-anak TPA yang ingin membesuk Haikal yang dikabarkan sakit, hingga sudah dua hari tidak masuk sekolah dan mengajar ngaji. “Nanti pas masuk jangan berisik ya, kasihan kak Haikal lagi sakit,” kata Fatiah memberikan arahan muridnya. Gino dan Putri—mereka santri yang paling besar di antar yang lain, berusia sepuluh tahun dan juga yang paling dekat dengan Haikal karena sering membantu mengajar adik-adik santri yang masih Iqro, saat Fatiah izin tidak masuk. Fatiah sengaja mengajak mereka sebagai perwakilan. “Iya, Kak..” sahut keduanya kompak. Fatiah tersenyum simpul, menarik nafas panjang dan meng

