LXXIV

2985 Kata

“Pak, saya turun di sini saja,” kata Fatiah menghentikan mobil yang baru saja melaju, tepat setelah keluar dari komplek mewah. Pria paru baya yang ditugaskan mengantar Fatiah dan Haikal pulang, mengernyit bingung. Fatiah meraih pintu mobil. “Maaf, kalo bapak lancang, tapi non Fatiah mau ke mana? Bapak, di tugaskan nyonya dan tuan buat nganter Non sampai ke mahad,” katanya menghentikan sejenak pergerakan tangan Fatiah yang hendak membuka pintu mobil. “Anggap saja tugas bapak sudah selesai. Saya lebih nyaman pulang ke asrama naik angkot, Pak. Bapak tolong antarkan Haikal saja,” kata Fatiah sembari melirik kecil Haikal yang duduk di kursi tengah. Fatiah membuka pintu, melangkah menjauh dari mobil mewah orang tuanya dan menunggu di pinggir jalan, angkot yang lewat. Dua menit berikutnya, a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN