“Kak, kakak mau ke mana? “ Fatiah melirik bingung kakaknya yang sekarang tengah mengambil jaket gobor yang hampir melahap setengah tubuhnya, lalu mengambil topi menutupi rambut dan setengah mukanya, di tambah masker yang benar-benar melahap wajahnya hingga hanya terlihat mata dan bulu mata lentik Sofia. “Kakak mau ke kantor polisi,” jawab Sofia singkat. “Ha? Polisi! “ Fatiah refleks hampir berteriak, sangking kagetnya, namun dengan cepat jari kemari Sofia langsung membekap mulut Fatiah. “Stststs... Jangan besar-besar ngomongnya. Jangan sampai Haikal tahu tentang ini.” Sofia melirik kanan-kiri, melupakan fakta kalo rumah mereka terlalu besar untuk bisa mencapai telinga Haikal yang sedang berada di kamar tamu, yang notabennya sejauh sepuluh meter dari kamar Sofia. “Oke... “ Sofia mel

