“Eh, astagfirullah, ternyata kalian di sini.” Suara itu membangunkan Haikal dari tidurnya. Haikal mengucek pelan matanya yang perlahan membuka, hal pertama yang Haikal liat adalah lututnya yang tidak lagi mengeluarkan darah, sudah kering. Haikal tersenyum, lega, setelahnya Haikal baru sadar Fatiah sudah keluar dari dalam perpustakaan, dan ada orang lain di sana selain mereka. Haikal langsung bangkit, sedikit panik, pasalnya jika hari sudah pagi, itu artinya akan banyak murid yang datang ke sekolah. “Ya Allah, udah pagi...” “Ya, memang sudah pagi...” kata seorang wanita paru baya di hadapan Fatiah. Haikal mengerjap bingung, terlihat Fatiah nampak menunduk dalam, karena tatapan tajam wanita itu. Itu Fuji, ibu Fatiah. “Ma...” lirih Fatiah pelan. “Ayo pulang !” “T-tapi, Ma.... “ “

