LXXI

1723 Kata

“Assalamualaikum, Yah?” Fauzan mengucek pelan matanya yang masih enggan terbuka. Seperti ada lem pada matanya yang terus meminta pemuda itu menutup rapat matanya, namun sering ponsel dari ayahnya jelas tidak bisa Fauzan abaikan, meski sulit untuk fokus pada apa yang ayahnya katakan. “Iya, Yah, Fauzan udah kok sarapan tadi.” “Iya, Yah, Fauzan ngantuk banget mau tidur lagi.” “Haikal? “ “Paling ada di kamarnya. Tadi Fauzan gak liat dia sarapan.” “Emang semalam dia pergi ke sekolah? Ngapain?” “Oke, Fauzan bakal cek ke kamar Haikal sekarang, tuh anak paling lagi tidur atau main hp.” “Iya, Yah, ini lagi jalan ke kamar Haikal.” “Ayah emang gak sibuk? Ya udah ayah kerja aja. Urusan Haikal mah, kan ada Fauzan. Ayah tenang aja.” “Iya, ini udah di depan kamar Haikal.” “Fauzan tutup y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN