LXVIII

1816 Kata

Fatiah merenggangkan tubuhnya yang sejak tadi menuntut untuk diistirahatkan. Selesai tahlilan, tugas Fatiah bertambah lebih banyak dari persiapan tadi. Fatiah harus membantu membereskan semuanya sebelum bisa rebahan di kamar. “Alhamdulillah, selesai semua,” gumam Fatiah, hendak memejamkan mata, namun teringat akan notif ponselnya yang dia abaikan sejak tadi. Fatiah meraih ponselnya yang ia letakkan tidak jauh dari posisi kepalanya. “Oh pesan dari Haikal... “ Fatiah buru-buru mengetik balasan yang sebenarnya sudah sangat terlambat, yang isinya tentu jawaban tidak masalah. “Oh iya, kak Sofia udah sampe rumah belum ya? “Sofia sudah pulang dari jam yang lalu dan jika Fatiah tidak salah menghitung, kakaknya itu pasti sudah di rumah sekarang. Panggilan pertama, tidak diangkat. Panggil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN