PART 34 Ketika tidak ada lagi kepentingan di kampus, Arabelle memutuskan untuk segera pulang—tentu saja dengan Tiger yang setia mengantar jemputnya setiap hari. Tadi pagi sebelum berangkat ke kampus, gadis itu menyemoatkan dirinya untuk mengompres Elvano—memastikan jika pria itu baik-baik saja barulah dengan perasaan tenang dia bisa meninggalkannya. Ingin sekali rasanya tak peduli, membiarkan pria menyebalkan itu pingsan tidak berdaya seorang diri, atau tak usah sembuh sekalian—tapi dia tak mungkin melakukannya, tidak akan tega. Melihat wajah pucat Elvano, Arabelle mendesah. Hatinya yang semulanya keras melunak gara-gara hal ini. Arabelle rasa ... dia emang sudah terlanjur peduli dengan Elvano hingga susah membalas perbuatan jahatnya. Di tengah perjalanan Arabelle memikirkan apa yang

